Tips Foto Pernikahan

Tips Foto Pernikahan


Tips Foto Pernikahan ini, saya tulis untuk menjawab pertanyaan dari seorang sahabat seprofesi tempo lalu, yang saya kira hal ini juga menjadi problem yang sering dihadapi oleh kawan-kawan Fotografer Pernikahan lain yang sedang membikin Foto Pernikahan klien-nya.

Pertanyaannya kira-kira begini (saya susun ulang agar lebih mudah dipahami, pertanyaan aslinya bisa dilihat dibawah ini:

“Saya seorang fotografer wedding yg masih pemula di Sulawesi Selatan. Saya ingin bertanya: kadang saat foto akad nikah dalam sebuah wedding yg saya liput itu ruangannya sempit. Menjadi lebih sempit lagi karena banyaknya orang yang mau menyaksikan akad nikah tersebut. Suasana ini membuat saya susah bergerak bebas. Saya sulit menemukan angel yg bagus dan komposisi yg tepat. Nah, bagaimana cara untuk mensiasati keadaan seperti ini?
Paling enggak enak itu, biasanya pelanggan nggak mau tahu soal keadaan kita sebagai seorang fotografer pernikahan. Pelanggan maunya ya foto pernikahan mereka bagus-bagus. Dan, kebanyakan pelanggan foto Wedding yg saya liput di Makassar itu nggak ada yg mau cerita (sharing) terlebih dahulu dengan fotografer-nya apa yg mereka inginkan. Jadi, kami sebagai fotografer wedding-nya agak pusing pas acara berlangsung. Mohon bantuannya ya mas. Salam Jepret.”

Saya mencoba menjawab berdasarkan pengalaman saya saat menjadi Fotografer Pernikahan klien-klien saya selama ini.

Ini Tips Foto Pernikahan dari saya:
Biasanya dalam Pernikahan, khususnya ketika prosesi foto akad nikah sedang berlangsung, selain lokasi yang sempit, banyaknya orang yang hadir dalam ruangan tersebut juga bisa jadi masalah bagi fotografer wedding. Kalau yang hadir di ruangan tersebut adalah keluarga inti, mungkin bisa kita pahami, tapi, yang tidak nyaman adalah yang menyesaki lokasi adalah para fotografer ‘penggembira’ dengan modal kamera HP BB Tab iPhone dll. Mereka bakal mengurangi ruang gerak dan menghalangi pandangan kita selaku fotografer pernikahan yg utama karena mereka juga ingin mengabadikan moment sakral tersebut. Tak jarang, mereka bisa jadi background yang sangat mengganggu foto pernikahan kita karena posisi berdiri mereka berlawanan dengan kita.

Dulu diawal tahun 2018 pernah 2 kali mengalami hampir ‘adu jotos‘ gara-gara ketemu Fotografer ‘Penggembira’ yg kehalang sudut pemotretannya oleh Tim Poetrafoto. Dia tidak terima, karena dia merasa juga berhak motret karena dia adalah saudara pengantin dan resmi diminta pengantin buat motret acaranya. Bahkan, kamera yg dipakainya pun kamera milik pengantin pria.

Nah, bagaimana cara mengatasinya?

Berikut, kami ada beberapa saran tips foto pernikahan yang bisa kawan-kawan coba.

1. Pentingnya Koordinasi Sebelum Acara Pernikahan
Koordinasi ini sangat penting. Ini harus benar-benar kita usahakan. Bagaimana pun caranya harus kita ajak ngobrol dulu pengantinnya, baik via sms, telpon, email dll. Minimal salah satu pengantin, yang wanita atau yang pria. Kalau pernikahannya diserahkan oleh Wedding Organizer malah akan lebih mudah, karena WO pastinya sudah pengalaman dalam mengelola dan mempersiapkan sebuah acara pernikahan, serta mereka harusnya paham kebutuhan untuk memaksimalkan Foto Pernikahan.

Hal ini penting agar kita bisa memberikan saran yang terbaik dari sudut Fotografer Wedding. Ketika koordinasi awal ini, kita bisa tanya: adakah fotografer atau tim dokumentasi lain dalam pernikahan tersebut? berapa luas lokasi untuk setiap prosesi, akad, space di depan pelaminan, dll. siapa saja yg boleh dan bakal ada di lokasi tersebut. dan lain sebagainya.

2. Tunjukkan bahwa Kita adalah Fotografer Wedding yg Utama dlm Pernikahan tersebut
Kita butuh bargaining position sebagai Fotografer Pernikahan yang utama. Ini agar kita diketahui posisi kita bahwa kita adalah fotografer utamanya. Caranya, di hari H, sebelum semua acara mulai, mintalah kepada pengantin yang sudah kenal kita untuk memperkenalkan kita pada keluarga besarnya, minimal keluarga inti mereka. Pengantin bisa meminta MC yg membawakan acara, untuk mengumumkan bahwa orang lain jangan sampai mengganggu kerja fotografer yg utama karena pengantin berharap foto pernikahan mereka maksimal hasilnya.

Kalau mereka sudah kenal dan paham bahwa kita fotografer utamanya, maka ruang gerak kita akan lebih leluasa dan jika terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan, seperti bersitegang dengan orang atau keluarga mereka, kita akan aman. Pengantin dan keluarganya akan membela kita.

3. Meminta Baik-Baik dan Permisi
Jika langkah pertama dan kedua diatas sudah kita lakukan, namun ketika pas acara sudah mau mulai masih juga lokasi dipenuh-sesaki oleh orang atau fotografer ‘penggembira’ tadi, biasanya saya sesegera mungkin menyapa mereka satu persatu. Saya selalu bilang ke mereka: “Mohon maaf mbak/mas, nanti mohon untuk tidak menghalangi kami ya.” dan seterusnya. Jika nanti mereka tetap tak bergeming, biasanya saya langsung berdiri tepat di depan mereka. Sengaja sudut pandang mereka saya tutup agar mereka sadar kami yang bertanggung jawab penuh untuk mendapatkan foto pernikahan yang terbaik. Dan, alhamdulillah, selama ini baik-baik saja, dan mereka tidak protes, karena sebelumnya saya sudah mohon maaf ke mereka.

4. Fotografer Sopan, Mereka Segan, Foto Pernikahan Jadi Elegan
Ini sangat penting. Jadilah fotografer yang baik. Jangan sok-sokan. Tidak baik kita sok hebat sendiri. Jika kita berbaju dan berperilaku baik-baik, serta tampak dan menyapa sopan di depan mereka semua, saya yakin mereka semua bakal segan dengan kita. Saya dan tim sudah membuktikannya. Jangan sampai, gara-gara ulah kita sendiri, orang memang sengaja ‘mengganggu’ kita karena kita layak diganggu. Amit amiiit… hehehe… :D

5. Fotografer Wedding Harus Serba Bisa
Ilmu serba bisa ini penting sekali. Kita harus paham tata layout, dekorasi, penataan warna, pencahayaan ruangan, dan lain sebagainya. Sebagai contoh, selama ini saya membuktikan, bahwa pihak dekorasi biasanya ketika sudah didekor sesuai permintaan pengantin, lalu ditinggal begitu saja (tapi ini tidak semuanya lho).

Nah, kadang kebutuhan pas acara mau mulai itu beda. Inilah kesempatan kita untuk mengaturnya. Meja dan kursi untuk sesi foto akad nikah kita susun ulang, beberapa aksesoris di meja kita kurangi agar tidak mengganggu, kursi keluarga yang mengikuti akad nikah kita atur ulang untuk memberi ruang buat kita motret, dan lain sebagainya.

Tapi ingat, kita lakukan itu dengan tetap menjaga komunikasi dan sopan santun. Minta ijin dulu jika tim dekorasi masih ada disitu, minta ijin ke keluarga atau pengantin. Jika mereka oke, lakukan!

6. Mau Foto Pernikahan yang Baik? Kuncinya, Ada pada Komunikasi Kita
Nah, bisa disimpulkan, dari semua tips diatas, kuncinya ada pada cara berkomunikasi kita kan? Silahkan dibuktikan yak. Jika kawan-kawan menemukan hal baru ketika membikin foto pernikahan, yuk share di comment form dibawah artikel ini, lalu kita coba cari solusinya bersama-sama.

Semoga bermanfaat dan selamat mencoba yak. Senang bisa belajar bersama (y)

salam hormat,

NULIS ARTIKEL DIJOKIJENIUS DIBAYAR

  • ARTKEL YANG DITULIS ASLI BUATAN SENDIRI
  • JENIS ARTIKEL YANG DITULIS BELUM PASARAN
  • JUMLAH KATA DALAM ARTIKEL MINIMAL 700 KATA
  • SATU ARTIKEL KAMI HARGAI 10.000

8 Responses to "Tips Foto Pernikahan"

  1. Terima kasih min tipsnya sangat bermanfaat

    ReplyDelete
  2. kalau pernikahan mantan ? gmana hehe

    ReplyDelete
  3. Pernikahan memang diinginkan oleh semua orang apalagi jika acara sakral itu bisa diabadikan oleh cepretan kamera dan bisa direkam. Fotografer wedding dibutuhkan untuk menangkap momen2 penting pernikahan seperti akad nikah, kehadiran mantan (gak penting sih), dan dekorasi juga acara keagamaan/budaya di pernikahan

    ReplyDelete
  4. Moment yang sangat berharga dalam hidup jadi harus diabadikan dalam bentuk foto atau video. Setuju banget sama tips diatas kalo jadi seorang fotografer itu harus memiliki etika yang sopan supaya pekerjaan yang kita lakukan tidak terganggu oleh orang lain

    ReplyDelete
Catatan Untuk Para Jejaker
  • Mohon Tinggalkan jejak sesuai dengan judul artikel.
  • Tidak diperbolehkan untuk mempromosikan barang atau berjualan.
  • Dilarang mencantumkan link aktif di komentar.
  • Komentar dengan link aktif akan otomatis dihapus
  • *Berkomentarlah dengan baik, Kepribadian Anda tercemin saat berkomentar.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel